Kupersembahkan ini buat Sobat Lamaku.
Sebaris kata terlontar menghunjam jantung
menusuk ulu hati
meludah air lautan tepat di bekas luka menganga
tiada kata setelahnya
Bertameng suci dalam lantunan kalimat Tuhan
mulut indahmu melantunkannya tanpa dosa
sadar atau tidak saat itu kau tujukan padaku
namun sebenarnya itu buatmu sendiri
Memang
aku pernah mengukir kesalahan
namun tidakkah kita mengukirnya bersama
dan biarlah kesalahan itu melapuk
bersama kelamnya menara dustamu
Sobatku,
rasakan rasaku
dan kau akan mengerti
Selasa, 23 November 2010
Kata perih sobat lamaku
Ada 3 hal yang tidak bisa kembali :
1. kesempatan yang terlampaui
2. waktu yang berlalu
3. kata -kata yang diucapkan
Kata-kata bisa bagaikan sembilu yang kan merobek -robek hati seseorang. tapi kata juga bisa membuai seseorang di awang-awang. Kadang kita berucap tanpa pikir panjang. apakah kata itu menyakitkan orang lain atau tidak. Kata diumpamakan paku , jika ditancapkan pada kayu , meskipun dicabut bekasnya tetap ada. tak bisa di hilangkan. Apalagi kata-kata yang terlontar itu dari sobat yang betul -betul telah menjadi bagian dari seseorang selama bertahun-tahun. Menyakitkan dan rasa perih itu akan terbawa sampai kapanpun, bahkan sampai mati. Ini adalah ungkapan rasa perih akibat kata
Kupersembahkan ini buat Sobat Lamaku.
Kata-kata itu kau lontarkan tepat ke ulu hatiku
Kau teteskan air garam ke lukaku
Sakit,perih, sampai ke tulang sendiku
Tiada ruang bagiku tuk bertanya dan menjawab
Berkedok Dalil Tuhan kau hujat aku
Ada satu tanya yang ingin kau jawab
Apakah engkau tidak sedang lontarkan batu kewajahmu sendiri
Kejam..Kejam....!!!!!
Nuranimu tlah tertutup egomu
Mohon dariku.....
Diam..dan renungkan sejenak..
Dengar suara hatimu
Apakah ku memang layak seperti itu
Satu kesalahanku ..
Maafkan itu.....
Menjadikan engkau bintang dihatiku
Harusnya ...
Tetaplah menjadi bintang dilangit...
Dan
Kuharap engkau tahu itu..
Dan..
Merasakan apa yang ku rasakan
Betapa perihnya katamu SOBAT LAMAKU
1. kesempatan yang terlampaui
2. waktu yang berlalu
3. kata -kata yang diucapkan
Kata-kata bisa bagaikan sembilu yang kan merobek -robek hati seseorang. tapi kata juga bisa membuai seseorang di awang-awang. Kadang kita berucap tanpa pikir panjang. apakah kata itu menyakitkan orang lain atau tidak. Kata diumpamakan paku , jika ditancapkan pada kayu , meskipun dicabut bekasnya tetap ada. tak bisa di hilangkan. Apalagi kata-kata yang terlontar itu dari sobat yang betul -betul telah menjadi bagian dari seseorang selama bertahun-tahun. Menyakitkan dan rasa perih itu akan terbawa sampai kapanpun, bahkan sampai mati. Ini adalah ungkapan rasa perih akibat kata
Kupersembahkan ini buat Sobat Lamaku.
Kata-kata itu kau lontarkan tepat ke ulu hatiku
Kau teteskan air garam ke lukaku
Sakit,perih, sampai ke tulang sendiku
Tiada ruang bagiku tuk bertanya dan menjawab
Berkedok Dalil Tuhan kau hujat aku
Ada satu tanya yang ingin kau jawab
Apakah engkau tidak sedang lontarkan batu kewajahmu sendiri
Kejam..Kejam....!!!!!
Nuranimu tlah tertutup egomu
Mohon dariku.....
Diam..dan renungkan sejenak..
Dengar suara hatimu
Apakah ku memang layak seperti itu
Satu kesalahanku ..
Maafkan itu.....
Menjadikan engkau bintang dihatiku
Harusnya ...
Tetaplah menjadi bintang dilangit...
Dan
Kuharap engkau tahu itu..
Dan..
Merasakan apa yang ku rasakan
Betapa perihnya katamu SOBAT LAMAKU
Langganan:
Postingan (Atom)