*FORCE MAJEURE*
Tetiba dalam ketermenunganku, teringat 24 tahun yang lalu. Masih lekat dalam ingatan berada di gedung A4 IKIP Malang atau sekarang berubah menjadi UM The learning Univercity saya mengikuti perkuliahan mata kuliah Konseling multibudaya yang dibimbing oleh Bapak BK, Alm.Prof. Dr. Munandir, MA. Dengan gaya energiknya beliau mengajarkan mata kuliah dengan materi dan bahan yang update bisa dari koran atau kliping koran (waktu itu belum ada sosial media online).
Salah satunya yang saya ingat beliau membahas tentang FORCE MAJEURE(bahasa Prancis: force majeure yang berarti "kekuatan yang lebih besar") adalah suatu kejadian yang terjadi di luar kemampuan manusia dan tidak dapat dihindarkan sehingga suatu kegiatan tidak dapat dilaksanakan atau tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Keadaan yang terjadi di luar kemampuan manusia sehingga kerugian tidak dapat dihindari.
Beliau memberi contoh kejadian yang tidak bisa dihindari, musibah, bencana dll.
Tahun 2020 ini seluruh dunia mengalami pandemi virus Covid 19. Semua aktivitas ekonomi, sosial, pendidikan tidak dapat dilaksanakan sebagai mana mestinya. Semua negara yang terjangkit mengeluarkan kebijakan publik untuk mengantisipasi penyebaran virus ini.
Pun demikian di Indonesia, semua aktivitas rutin masyarakat Indonesia berubah.
Kebijakan Sosial Distancing membuat perubahan pola hidup masyarakat.
Semua di sarankan bekerja dirumah, belajar dirumah dan semua aktivitas yang bisa dilaksanakan di rumah # stay at home
Kalaupun harus keluar dihimbau untuk mengamankan diri dengan memakai masker, menjaga jarak 1 meter tidak bersalaman dan masih banyak lagi himbauan himbauan dari pemerintah demi menjaga penyebaran covid 19 ini.
Terlepas dari itu semua ada proses adaptasi yang memang harus di lakukan semua pihak yang membuat mereka belum siap.Dalam pendidikan misalnya proses pembelajaran mau tidak mau membuat guru-guru harus mengajarkan materi secara online. Siswapun secara langsung harus mengikutinya.
Entah persepsi atau memang belum ada kesiapan, pembelajaran online banyak diartikan menjadi tugas online yang membuat siswa pun harus mengerjakan tugas online dari guru.
Banyak siswa yang mengeluh tugasnya banyak, harus segera diselesaikan, tidak bisa kemana-mana, capek mengerjakan tugas, dll. Keluhan-keluhan itu disampaikan lewat status wa, status Instagram atau bahkan konsultasi dengan guru-guru BK.
Inilah fenomena Corona virus 19, Force Majeure yang tidak bisa mengelak, tidak bisa menolak.
Yang harus dilakukan adalah bagaimana menyikapi masalah ini dengan berpikir positif sehingga semua pihak merasa nyaman walaupun dalam keadaan tidak nyaman.
Masyarakat harus legowo menerima keadaan ini. Legowo itu Nrimo kanthi ati atau menerima dengan hati Ikhlas. Mengubah pikiran sehingga bisa merasakan keikhlasan menerima dan akhirnya berperilaku ikhlas pula dengan tidak mengeluh, tidak menyalahkan keadaan, tidak menyalahkan pemerintah dan mencari kambing hitam.
Menjalankan peran masing-masing.Guru menempatkan diri sebagai guru, tetap menjalankan profesi guru dengan tidak mengesampingkan kondisi siswanya sehingga siswa tidak terbebani dengan tugas-tugas.
Siswa harus menyadari inilah kehidupan apapun bisa terjadi yang mungkin tidak bisa menolaknya. Tantangan masa depan lebih banyak dibandingkan hal ini. Yang terjadi ini adalah proses pembelajaran, menguji bagaimana Advercity Qoutient diri,kemampuan berjuang kalian. Tetaplah semangat. Ingatlah bahwa masa depanmu tidak mudah diraih harus diperjuangkan. Masa depanmu tidak semudah rokokan dan ngopi di warung, cangkrukan, game yang berjam-jam, pendekatan dengan pacar. Hidup tidak semudah itu anak muda.
Apa yang terjadi ini adalah musibah.Yang terjadi adalah ini diluar kehendak kita FORCE MAJEURE.
Yuuk ... Ego, Kesombongan , Kemlinthi di letakkan dulu sejenak. Jernihkan pikiran agar kita bisa mencerna semua yang terjadi ini.
Ikhlas meringankan semuanya. Seperti dawuh guru saya bahwa manusia itu perlu bertawakkal sebagai pengejawantahan tasawuf yang kuat namun juga harus berikhtiar sebagai implentasi syari'at. Islam agama saya sudah mengatur bahwa bersucilah sebelum beribadah.
So Yuuk. Kita ikhtiar kan membersihkan hati fisik untuk memohon kepada Yang Mempunyai Jiwa Allah Sang Maha Kuasa untuk memberi perlindungan kita semua. Aamiin.
HANNA 29 Maret 2020
#Renungan saat rebahan # Stay at home